
Closed
Posted
Paid on delivery
ENDAHULUAN Rempang Eco-City merupakan program pembangunan yang berfokus pada pengembangan kawasan industri, pariwisata, dan perdagangan yang berlokasi di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau. Dalam Program ini, pemerintah pusat melalui BP Batam bekerja sama dengan PT Makmur Elok Graha (MEG), pemerintah kota, aparat keamanan serta masyarakat lokal. Program pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dengan Singapura dan Malaysia, khususnya dalam menarik investor asing maupun lokal untuk meningkatkan ekonomi. Selain itu, proyek Eco-city juga bertujuan untuk membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat, dan pembangunan infrastuktur. Namun, dalam pelaksanaannya program ini menimbulkan persoalan dari masyarakat setempat. Kawasan yang akan dikembangkan untuk program pembangunan ini, sebagian besar merupakan permukiman warga. Bahkan terdapat 16 kampung adat Melayu yang terancam dalam pelaksanaan program ini, dan terdapat 7.500 warga yang terancam direlokasi. Rencana relokasi menyebabkan masyarakat kehilangan tempat tinggal, sumber penghasilan, terganggunya ekosistem serta menggangu kehidupan sosial budaya masyarakat. Dengan demikian, keberhasilan Rempang Eco-City tidak semata dapat diukur dari capaian investasi atau jumlah rumah relokasi yang telah dibangun, tetapi juga dari sejauh mana proses pembangunan ini mampu menjamin partisipasi bermakna, kompensasi yang adil, serta perlindungan terhadap hak-hak sosial- budaya masyarakat adat yang terdampak (Habiba et al., 2023) . Keseimbangan antara agenda pembangunan nasional dan keadilan bagi masyarakat lokal inilah yang akan menentukan apakah proyek ini dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan, atau justru menciptakan ketimpangan pola hubungan antara negara, investor, dan masyarakat lokal di Indonesia. 2. PEMBAHASAN Pembangunan ekonomi sering dipandang sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat daya saing suatu wilayah. Melalui investasi, pembangunan infrastruktur, dan pengembangan kawasan industri, pemerintah berupaya menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan daerah, serta memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan ekonomi regional. Namun, pembangunan juga dapat menimbulkan persoalan apabila pelaksanaannya berdampak pada masyarakat yang telah lama tinggal dan menggantungkan hidupnya pada wilayah tersebut.
Project ID: 40715452
2 proposals
Remote project
Active 7 days ago
Set your budget and timeframe
Get paid for your work
Outline your proposal
It's free to sign up and bid on jobs
2 freelancers are bidding on average $400 USD for this job

Mengukur keberhasilan proyek Rempang Eco-City tidak bisa hanya dari nilai investasi; tantangan utamanya adalah menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan perlindungan hak sosial-budaya 16 kampung adat Melayu. Pembangunan berkelanjutan yang sesungguhnya harus menempatkan keadilan bagi masyarakat lokal di tingkat yang sama dengan daya saing regional. Pendekatan analisis yang saya tawarkan: – Evaluasi dampak sosial-ekonomi dan pemetaan risiko relokasi 7.500 warga – Analisis ketimpangan hubungan antara negara, investor (PT MEG), dan masyarakat adat – Formulasi rekomendasi partisipasi bermakna, kompensasi adil, dan perlindungan hak budaya – Penyusunan dokumen kajian/artikel yang kritis, terstruktur, dan berbasis data literatur Fokus saya adalah menyajikan pembahasan mendalam yang menghubungkan agenda pembangunan nasional dengan keadilan sosial bagi masyarakat terdampak. Apakah Anda membutuhkan luaran berupa artikel ilmiah, policy brief, atau analisis kasus terstruktur? Kirimkan pesan di chat agar kita bisa langsung mendiskusikan arah kajian ini.
$500 USD in 7 days
0.0
0.0

Kalimantan Barat, Indonesia
Member since Mar 25, 2026
₹600-1500 INR
$30-250 USD
₹37500-75000 INR
$20-30 NZD / hour
₹12500-37500 INR
$1500-3000 USD
€30-60 EUR
min $50 USD / hour
₹75000-150000 INR
₹750-1250 INR / hour
₹750-1250 INR / hour
$1000-3500 USD
£18-36 GBP / hour
₹12500-37500 INR
$750-1500 USD
$15-25 USD / hour
$5-25 USD / hour
$250-750 USD
$30-250 CAD
₹1500-12500 INR